Sunday, 31 August 2014

Seperti biasa, dari Senin hingga Jumat, saya mengantar Hannan ke TK Pembina di Condet, dekat rumah mertua. Jadi, pulang antar, saya dan istri biasanya mampir untuk sarapan yang biasanya terlewatkan karena buru-buru urus sekolah Syamil dan Hannan.

Di rumah mertua, setiap pagi selalu setel musik. Isinya adalah file-file MP3 dari memory card almarhumah adik ipar. Cuma mungkin sudah ditambah atau dikurangi, jadi yang terdengar itu random. Dari suara pembacaan alma'surat, tiba-tiba dangdut : "ooo.. Zaenal, Zaenaaaalll" tuh kan saya sampe hafal.

Sudah dulu ngeblognya, saatnya minum teh manis. Masih pagi, asupan harus yang hangat, manis dan menyenangkan. Have a nice Monday :')

Saturday, 30 August 2014

Ada ilmu yang bisa dibagikan dalam bentuk easy learning. Belajar dengan mudah untuk dapatkan ilmu yang dianggap susah.

Rencananya ide bisnis easy learing ini dimulai paling lambat bulan Oktober. Semoga segala sesuatunya sudah siap, aamiin..
Hari minggu begini, leyeh-leyeh dikasur sambil buka the lounge. Tapi diluar kedengeran anak nangis, itu lama banget kayanya. Kok gak habis-habis, gak berhenti. Ini anak siapa, kesian banget?! Mau ngecek anak tetangga yang mana, tapi males banget.

Thursday, 28 August 2014

Syamil sudah mulai bosen, sama sih saya juga. Pengen yang baru, akhirnya merpati yang lama dijual aja :)

Sunday, 24 August 2014

ampun, nyerah sama ganasnya nyamuk bekasi. Tadi paksain pulang walau sudah malem. Mendingan tidur dirumah, damailah Jakartaku.

Udah coba semua posisi, sampe kerebongin badan full pake hordeng. Masih diserang juga! Ini nyamuk maunya apa sih?!

Akhirnya, malam ini ngerasain tiduran dan dinyamukin di Mustika Media Residence, Bekasi. Udaranya sih asik, ngga sepanas Jakarta. Tapi nyamuknya, masya Allah, ganas banget!

Saya gak sempat beli Soffel, jadinya langsung pakai Balsem merk Lang. Kan panas dan aromanya balsem banget, cuma nyamuk yang terlalu selon atau bodoh yang masih berani hinggap ke kulit dan menghisap darah dari kulit yang berlumuran balsem. Biasanya kalau di Jakarta, nyamuk gak ada yang macem-macem. Tapi disini, nyamuknya nantangin. Kaya gak takut sama sekali.

Saya udah berkali-kali olesin balsem ke semua kulit yang ngga tertutup pakaian. Dan sampe sekarang (sudah tiduran lebih dari 2 jam), belum ada tanda2 bebas dari serangan.

Ya sudahlah.. Ngeblog ajah :)

Hari ini sudah hampir finishing renovasi rumah. Beberapa tembok sudah di cat ulang, kloset diperbaiki dan sudah beli mesin pompa air, tinggal dipasang. Besok tinggal pasang asbes untuk ruang belakang, untuk dapur. Bagian bawahnya sudah di 'plur'. Taman juga sudah ditanami rumput, dihalaman depan malah tadi sore sempat beli pohon mangga dan ditanam langsung sama penjualnya.

Jual tanaman pakai motor :')

Semoga besok selesai, aamiin..

Thursday, 21 August 2014

Ini iklan lagi banyak sepanjang jalan dari Narogong menuju Setu.

Tukang sudah mulai bekerja, babatin rumput yang tingginya sudah menakutkan. Rumah saya, kata tetangga, disebut anak-anak sekitar situ sebagai 'rumah setan'. Karena gak ada yang nempatin, apalagi rumputnya yang tinggi. Bahkan sempat ada ular disitu, hiyyy...

Tapi sore ini, rumput sudah gundul. Bahkan sekalian sudah dibakar. Ada beberapa harta karun yang tersisa. Diantaranya adalah kumpulan botol-botol kosong yang bisa dijual seharga kiloan. Yang menarik adalah harta karun yang berikutnya, yaitu bibit photo DUREN. Jadi, setelah dibabat semua rumput, ternyata terselip diantaranya bibit duren. Waktu diperiksa, sepertinya bukan hasil stek atau cangkok, melainkan berasal dari biji.

Bayangan saya adalah, penunggu rumah sebelumnya pernah makan duren, lalu sampah bijinya dibuang ke halaman belakang. Lalu, dengan Kun Fayakunnya Allah, tumbuhlah itu biji menjadi bibit. Saya sisakan bibit itu, semoga saja tumbuh menjadi pohon yang subur dan bermanfaat bagi warga sekitar, aamiin..

Wednesday, 20 August 2014

Mimpi itu, adalah angan-angan kosong jika sekedar cita-cita tingg tanpa realisasi. Dan realisasi mampu dibangun di atas tulisan-tulisan tulus sebagai pondasi mentalnya.

Atas mimpi tertulis Syamil ditahun ini, kami berujar : "Aamiin.."

Tukang untuk benerin rumah, sudah datang dari Bogor. Berdua sama keneknya. Cuma sayang gak bawa motor, jadi ngangkut mereka berdua dari Kebon Nanas ke Bekasi, cukup melelahkan. Karena cuma pakai 1 motor, dan gak ada angkot sekali jalan.

Saat ini pukul 9.58 | otak saya blank. Kami baru aja sampai dirumah Bekasi. Antara lelah dan tolol, saya bingung harus berbuat apa dulu? Ini efek kebanyakan yang harus difikirkan beberapa hari ini.

Bismillah aja deh, saya harus selesaikan satu persatu. Cuma memang, urusan rumah ini yang paling banyak makan waktu, tenaga dan biaya.

Sunday, 17 August 2014

Model permainan rakit potongan-potongan hingga membentuk satu kesatuan utuh, LEGGO. Ada banyak KW-nya dan lagi demam permainan ini anak2 Jakarta. KW-nya merk CHAOBAO, BERTOYINDO, itu yang sedang jadi pajangan di abang-abang tukang dagang grobakan.

Anak2 belajar tentang : kesabaran, ketelitian dan Visioner!

Dari semalam, koneksinya si "Kilat Orange" aka BOLT, udah kaya ababil yang baru pacaran, putus nyambung. Padahal kalau emang cinta, kenapa harus putus? (Lah!!)

Cek di Twitter, ternyata beberapa user di Jakarta Timur mengeluhkan hal yang sama. Semoga kembali normal, pertahankan image lancar jaya yang sudah disandang. Jangan kaya smartfren, bagus diawal, boncos di bulan berikutnya x_x

Rutinitas setiap 17 Agustus, lomba di jalanan. Ajang kumpulnya bocah Jakarta, tapi bukan karena tawuran, melainkan lomba memperebutkan hadiah dari Panitia. Biasanya Panitia terdiri dari anak2 SMP atau SMA yang lagi seru2nya ngurusin para bocah :')

17 Agustus itu sakral, tanggal dimana saat itu, 69 tahun yang lalu, menjadi tanggal yang dinanti seluruh rakyat yang bosan atas penindasan. Berusaha keluar dari miskin dan kebodohan, berusaha mendapatkan harga diri dan tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa manapun.

Hal ini, mirip dengan kerinduan setiap muslim atas berdiri dan tegaknya kekhalifahan. Dimana Islam menjadi bagian dari solusi perdamaian dan kebaikan didunia.

Kapankah 17 Agustus bagi Islam yang solutif?

Saat ini, menyiapkan diri untuk sampainya kita ke tanggal itu, sepertinya satu-satunya yang paling mungkin untuk dilakukan. Bersiap dengan kematangan iman, dengan kemantapan ilmu.

Semoga kita dan keluarga kita menjadi bagian bagi Islam yang Rahmat bagi seluruh Alam.

Hari ini deal untuk penjualan motor Supra Fit yang sudah beberapa tahun belakangan ini saya gunakan. Butuh mendesak untuk renovasi rumah di Bekasi, kalau gak segera diperbaiki, sepertinya akan segera roboh.

Konsekuensinya, mengantar motor ke daerah Kota dalam keadaan perut sakit, dan meriang sepanjang perjalanan. Perut sakit itu efek dari nasi bebek diwarung sebelah kantor. Sebenarnya, sudah sering perut saya jadi korban nasi bebek terlaknat itu, tapi tetap saja ketika godaan datang, saya gak bisa menghentikan nafsu akan aroma dan cita rasanya (halah).

Menuju stasiun Tebet di gerbong ketiga paling belakang. Sampe rumah pengennya tiduran lagi.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, 16 August 2014

Saya pengguna blackberry yang aktif, tentunya karena aktifitas jualan online yang selalu menuntut respon cepat dalam setiap negosiasinya. Beberapa waktu lalu, pada menu browser, sempat mencoba untuk posting untuk website ini (yang menggunakan fasilitas blogger sebagai free hostingnya). Hanya saja, ternyata blogger.com tidak bisa diakses via blackberry yang saya miliki.

Kejadian serupa juga terjadi, ketika saya mencoba membuka alamat mail.yahoo.com , juga tidak bisa diakses. Hal serupa tidak terjadi, jika saya membuka alamat web yang selainnya.

Saya gunakan BB Tour 9630, sepertinya BB yang saya gunakan ini, berasal dari Amerika. Jadi, seolah saya online dari sana. Sebab itulah, mail Yahoo menolak, karena perubahan tiba2 dan dengan media yang berbeda, akan ditolak, dan itu menjadi bagian dari security pada email Yahoo. Kalau awalnya saya buka email Yahoo dari Jakarta (berdasarkan IP), lalu tiba2 mencoba membuka email yang sama dari Amerika (IP BB saya sepertinya berasal dari sana), pasti ditolak.
Dan diharuskan untuk membuka alamat email via desktop.

Begitu juga dengan blogger sepertinya. Makanya, salah satu alternatif untuk tetap bisa posting via BB adalah memanfaatkan email. Jadi, kita posting via email. Saya gunakan email bawaan indosat sebagai bagian dari fasilitas paket BB Gaul Banget.

Akan saya jelaskan pada posting berikutnya, insya Allah.

Note :
*postingan ini, via email*
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, 15 August 2014

Paket BOLT di rumah habis dan belum diisi pulsa hampir seminggu. Dan efeknya banyak. Dari mulai iklan di olx.co.id yang tidak diupdate, kalimat-kalimat spontan Hannan dan Syamil yang menarik. Code-code yang juga akhirnya terabaikan, padahal menarik.

Semua karena, ngeblog itu enaknya dirumah. Enaknya sambil ngeteh dan senderan didepan tipi.

Thursday, 14 August 2014

Sejak hari Selasa kemarin, saya kesulitan untuk akses web ini. Karena ada prosedur penambahan hosting, sehingga merubah settingan pada pengelolaan FREE DNS. Sedikit perubahan pada DNS Editor, lalu web ini kembali bisa diakses secara normal.

Saya coba catat kembali prosedurnya, semoga bisa membantu ketika menemukan masalah yang sama dikemudian hari.



1. Login ke cpanel anda.
2. Klik Advance DNS Editor.
3. Cari kotak Add a Record

Masukan satu persatu:

  • Name    : namadomainanda.com
  • TTL     : 14400
  • Type     : A
  • Address : 216.239.32.21

Masukan semua kode dibawah ini dengan cara yang sama seperti diatas.

  • namadomain.com.  14400   IN      A       216.239.32.21
  • namadomain.com.  14400   IN      A       216.239.34.21
  • namadomain.com.  14400   IN      A       216.239.36.21
  • namadomain.com.  14400   IN      A       216.239.38.21
NOTE :
Isian pada address mungkin berbeda, sesuai dengan lokasi dimana hosting kita berada. Konsultasikan dengan tim Support dari pihak Hosting.

Thursday, 7 August 2014


Narcis lagi, cihuyy!!! Rangking pertama di google dengan kata pencarian yang sangat umum digunakan : "dinamo tamiya" . Alhamdulillah. Oiya, cara termudah untuk mengetahui kata pencarian sering atau tidak, adalah dengan memanfaatkan 'google suggestion box'. Dimana, ketika ketika mengetikkan beberapa huruf saja, google suggestion akan mengarahkan kita pada kata pencarian yang sering dilakukan. Contoh pada kasus saya adalah, ketika mengetikkan huruf "dina" saja, maka google suggestion akan menawarkan beberapa kata yang sering digunakan sebagai kata kunci pencarian, dan saat saya lakukan, ternyata kata "dinamo tamiya" berada diurutan teratas pada suggestion box. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
Sepertinya, narcis harus dicukupkan dulu untuk saat ini. Karena beberapa tugas sudah menunggu untuk dikerjakan. Photoshop, im coming!



-


Ini postingan telat sebenernya, karena kalau saja saya postingnya kemarin, web DINAMO-TAMIYA.COM sedang menjadi nomer 1 di halaman awal google dengan kata pencarian : "dinamo tamiya". Tapi hal ini justru membuka mata saya, bahwa rangking kunjungan tidak stagnan tapi fluktuatif. Artinya, harus melakukan sesuatu agar rangking juara dua atau pertama dihalaman google bisa dipertahankan. Beberapa hal yang saya pikir mampu menjadikan web toko online saya berhasil menduduki posisi bergengsi di google, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Nama web yang representatif sesuai dengan kata pencarian.
Dinamo-tamiya.com tidak sembarangan saya pilih. Saat membeli domain itu beberapa tahun yang lalu, memang saya termasuk beruntung karena domainnya masih available. Padahal, saya tau betul, para hobiis tamiya akan menjadikan "dinamo tamiya" sebagai kata kunci yang pasti mereka cari di google. Dinamo bagi tamiya itu, seperti Ariel bagi Noah. Atau Nabila bagi JKT48. Dinamo bagi tamiya itu tidak bisa dipisahkan. Semakin hobiis tamiya mendalami dunia tamiya, semakin dalam pula mereka harus mengetahui tentang dinamo.

Dinamo adalah mesin yang menggerakkan mobil mini 4 wd Tamiya. Kemenangan bagi setiap event perlombaan Tamiya, seringkali ditentukan dari kualitas dinamonya. Sebab itulah, kata dinamo-tamiya saya pilih menjadi yang paling cocok bagi nama toko online saya, yang memang berkaitan dengan dunia hobi Tamiya di Indonesia.

2. Berisi tentang Info yang dibutuhkan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata postingan yang sering dikunjungi adalah postingan yang berisi informasi. Hal ini menjadi tantangan untuk kembali mengisi web dengan artikel yang bermanfaat.

3. Photo Punya Peranan
Benar, jika saya melihat Popular Post, ternyata postingan dengan photo-photo yang detail dan menarik berada di top ten. Jadi berkaitan dengan perihal sebelumnya, kalau memang postingan tidak berisi info yang menarik, setidaknya berisi photo yang menarik.

Berbeda dengan BLOG yang lebih private, web toko online memang memiliki banyak cara, tips dan trik untuk menjadikan web tersebut dikunjungi banyak orang. Kalau blog, lebih 'terserah gue', hehehee. Demikian postingan narcis kali ini, semoga menjadi pemecut saya dalam berusaha untuk mencari pundi-pudi rezeki untuk istri dan kedua buah hati.

Monday, 4 August 2014


Sore tadi, seperti biasanya. Sepulang dari kantor, Hannan langsung nagih untuk jalan-jalan. Jalan-jalan yang membuahkan sebuah koin Langka, dari hasil kembalian belanjaan di Indomaret. 1000 rupiah gambar kelapa sawit produksi tahun 1995. Sebagai ayah yang baik, tentu saja saya harus turuti permintaan Hannan sekedar belanja Pocari Sweat. Padahal, badan sudah remuk sisa lelahnya perjalanan kemarin, sehari sebelumnya. Untuk info lebih lengkap tentang langkanya koin 1000 Rupiah bergambar kelapa sawit ini, silahkan kunjungi penjelasannnya disini.

Apakah saya akan menjualnya? Kabarnya, di daerah Kwitang koin sejenis (entah keluaran tahun ke berapa) dihargai Rp 300.000,- Angka yang lumayan untuk nilai uang yang sebenarnya hanya 1000 Rupiah saja. Tapi sepertinya, saya gak akan jual. Alasan pertama, tentunya karena langka. Kalau tidak percaya, silahkan jujur saja diingat-ingat, ditahun 2014 ini, sudah berapa kali menemukan koin 1000 Rupiah bergambar kelapa sawit? Secara logika saja, perhatikan iklan² yang menjual koin ini di dunia online, mereka sepertinya memborong semua koin bergambar kelapa sawit ini. Terlihat dari photo yang mereka update, stok mereka banyak sekali, mungkin serupa dengan stok koin di kantor Bank Cabang, hehehee.

Kalau mereka memborong semua koin ini, tentunya yang beredar dimasyarakat untuk dijadikan alat transaksi, menjadi berkurang, bahkan menjadi tidak ada. Jadi, tentunya menarik kalau kami (saya dan Hannan), mendapatkannya murni dalam kejadian transaksi normal, bukan karena membeli dari kolektor atau pedagang khusus koin. Alasan Kedua, sudah terlalu banyak barang yang saya beli, lalu saya jual lagi. Saya dapatkan, lalu saya jual lagi. Untuk kali ini, karena bentuknya yang mini, juga bisa masuk dompet, maka biarlah, menjadi bagian dari isi dompet saya. Seru juga bisa punya uang koin, yang orang disekitar saya belum tentu punya. Bahkan mungkin, belum tentu pernah memegangnya,

Sedikit kisahnya, bahwa koin sayang saya miliki ini sudah berada didompet, tapi tidak saya sadari tentang nilai kelangkaannya. Sepulang dari Indomaret, saya berikan koin ini ketukang parkir. Namun ternyata, Hannan tidak pernah melihat koin itu sebelumnya, lantas dia bertanya :

"Yang abi kasih itu, apa?"

Saya katakan : "itu uang, seribu rupiah."

Nah, padahal motor sudah menjauh dari lokasi parkir. Tapi saya baru sadari bahwa uang yang saya berikan ke tukang parkir tadi tentunya berharga. Hannan saja yang usianya sudah 5 tahun, belum pernah melihat uang dengan wujud dan bentuk seperti itu. Artinya, setidaknya sudah selama 5 tahun uang itu tidak lagi beredar secara masif dimasyarakat. Maka, motor pun putar balik, untuk menemui tukang parkir tadi. Sedikit negoisasi, bahkan sedikit juga merepotkan si tukang parkir, karena ternyata dikantongnya banyak banget recehan, kayanya dia tukang parkir terkaya di Jakarta (halah). Untungnya, koin yang saya maksud ditemukan. Lalu saya tukar dengan nilai yang sama. Yes, saya punya koin langka, hahahaa... alhamdulillah.

Koin ini disebut dengan koin bimetal. Koin yang unik karena dalam satu koin terdiri dari 2 material yang berbeda dengan warna yang kontras. Terlihat artistik tentunya. Koin 1000 lama ini berbahan BiMetal, Kuningan dan Nickel sedangkan Koin 1000 yang beredar setelahnya (sekarang) berbahan campuran Copper Nickel. Pada beberapa event perkawinan, uang ini juga diburu untuk dijadikan nilai mas kawin.

Demikian sedikit berbagi cerita tentang uang langka, tulisan ini akan berlanjut dengan kisah yang tidak kalah serunya. Seharusnya, blog ini update dari hari Minggu kemarin. Dan rencananya memang setidaknya dalam satu hari, ada update blog. Blog jadi terasa bermanfaat ketika saya coba membacanya lagi diwaktu yang lain, seperti berkaca. Berkaca atas waktu yang sudah terlewati, baikkah atau tersia-sia? Kadang ada kejadian yang perlu disyukuri, hanya saja terkhilaf karena terlupa. Blog seharusnya mencatat itu semua, karena otak dan hati kita sudah terkotakkan setiap harinya. Sehingga hari sebelumnya dengan mudahnya kita lupakan, karena otak kita sudah mengkotakkan khusus untuk hari dan saat ini saja.

Kembali ke Minggu dua hari yang lalu. Jam 9 pagi, Hannan sudah bersiap untuk liburan ke rumah Afif, sepupunya di Cipinang. Ini rencana mbahnya sebenarnya, jadi titik point pertama adalah menuju Cipinang untuk antar Hannan.

Kembali ke Kebon Nanas, rencananya mau sekedar tidur mengisi hari Minggu yang kosong tanpa jadual. Tapi, setelah berunding secara singkat, akhirnya diputuskan untuk menengok rumah di Bekasi.

Hasil rundingan ini, diputuskan karena hal ini sudah tertunda bahkan hingga 1 bulan lebih. Padahal seharusnya, kami sudah menengok rumah itu di bulan Ramadhan kemarin. Tapi karena memang Ramadhan terlalu malas untuk bepergian jauh, makanya dengan agak terpaksa, Minggu yang kosong itu, akan menjadi hari Minggu terpadat yang kami alami. akan saya ceritakan berikutnya.

Mengendarai Verza menembus sekitar 30 km menuju Setu, Perumahan Mustika Media. Tujuan kami adalah menengok rumah nomer 37 yang sudah sekitar setahun ini kami cicil. Perumahan yang kini sudah terlihat padat. Padahal, setahun yang lalu masih terasa sepi. Sepertinya juga, semua plan pembangunan sudah selesai, jadi tidak ada rumah baru lagi. Bahkan, kantor pemasarannya pun, sepertinya sudah tutup.

Rumah no 37 tampak kusut (rumah kusut itu, seperti rambut lah, berantakan hahahaaa..). Pintunya tidak terkunci. Didalamnya, berserakan sampah dan barang2 sisa penghuni sebelumnya. Rumah kami ini, memang sempat diisi oleh keluarga muda dengan seorang anak. Bahkan mereka sempat semen sebagian halaman depan. Tapi, mereka sudah tidak menempati rumah ini lagi setidaknya sejak 7 bulan yang lalu.

Setiap rumah itu, penyakitnya sama ya, rapuh dan akan runtuh kalau tidak ditinggali. Baru ditinggal 7 bulan aja sudah banyak yang harus diperbaiki.

Bersama istri, kami sekedar merapihkan. Tidak sempat dan tidak mampu membersihkan karena terlalu kotor dan tidak ada peralatan kebersihan apapun. Tapi, kedatangan kami memang untuk sekedar memotret keadaan, untuk selanjutnya menentukan langkah perbaikan, perapihan. Seperti atap yang bocor, daun pintu yang rusak, jendela yang tidak bisa terbuka. Rumput yang tinggi dihalaman belakang, mungkin sudah jadi kerajaan ular disana hiyyyyy...

Terbayang butuh sekian juta untuk kebutuhan renovasi, okelah, jual motor (uhukk, hikss..)
Selesai urusan check rumah, kami mampir ke Masjid. Sesuai pesanan ketika memilih posisi rumah dulu, sekedar maju ke depan rumah beberapa langkah, sudah sampai ke Masjid Perumahan.

Di Masjid inilah kepadatan waktu dimulai. Karena saya dapatkan order pemesanan Tamiya. Tidak tanggung-tanggung, ada 4 orderan yang saya terima, dan 3 diantaranya harus diselesaikan hari itu juga. Saya menatap istri setelah selesai sholat, lalu bertanya :

"Ke Toko Tamiya yuk ?! di Glodok. Tapi, sebelumnya kita ke Kelapa Gading dulu untuk ambil Mobil yang siap dikirim."

Saya sih sudah duga, istri bakal jawab : "Ayuk!" Karena memang sudah lama gak jalan hanya berdua, biasanya selalu saja diiringi Hannan dan Syamil. Apalagi naik motor baru, hahahaaaa...

Akhirnya, meluncurlah Verza ke Kelapa Gading, kantor saya. Untuk ambil beberapa stok mobil Tamiya yang siap dikirim. Tapi karena belum lengkap, saya harus belanja kekurangannya di pasar Glodok, dekat stasiun Kota. Jadi, sekedar menghabiskan jus botolan yang beli ditengah jalan, lalu kami meluncur lagi ke toko Tamiya, menuju stasiun Kota.

Di Toko Tamiya pun tidak sempat terlalu lama, karena jam 4 sudah harus berada di Tebet untuk COD. Walaupun begitu, kami masih menyempatkan mampir ke rumah Om dari istri, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Glodok, yaitu di Grogol.

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, di rumah si Om saya pesen mie ayam. Sungguh, sepanjang perjalanan setiap lihat gerobak mie ayam, makan semakin bertambah rasa lapar diperut saya. Di dinding jam masih menunjukkan pukul 3 sore. Sedikit negosiasi waktu dengan calon buyer, maka ke Tebet bisa sedikit lebih sore. Silaturahmi ke rumah Om ini, sungguh berkesan, apalagi tentang mie ayamnya, karena selagi makan, diluar rumah turun hujan. Sambil merakit beberapa part Tamiya yang belum sempurna.

Tujuan belum usai, masih harus COD ke stasiun Tebet. Melenggang dengan tunggangan Verza yang kian tertantang ketangguhannya, kisaran estimasi dari angka dispeedo menunjukkan perjalanan kami semenjak tadi pagi kami sudah hampir 100 km. dan masih harus menuju Tebet.

COD lancar, pukul 5.15. Tidak jauh dari sini, sudah kembali ke titik awal, Kebon Nanas.
Lantas, tentu saja seharusnya kami istirahat kan? Istri saya, iya. Sedangkan saya, masih harus ke Kelapa Gading untuk kerja, masuk shift malam.

Sungguh, hari yang melelahkan.


(Verza yang TANGGUH, mampir ke RM Padang dulu untuk sarapan.
Tidak lupa untuk selimuti sang Verza, karena panasnya terlalu terik.
Selimut ini berguna setelah motor akan kembali dipakai, 
tentunya jok tidak terlalu panas walaupun sempat terjemur matahari Bekasi yang dahsyat.)

Saturday, 2 August 2014


Berikut ini beberapa hasil pengabadian momen waktu liburan mudik kemarin.

(Ini Syamil, anak umur 9 tahun yang kucing²an sama Abinya karena menyempatkan untuk belajar motor selama disana) 
(harga lontong ini cuma Rp 500,- Di Jakarta, harganya bisa 5 kali lipat loh!) 
(Bersama Hannan, di atas Sawah. Jadi kalau lihat kebawah, itu isinya pematang sawah) 

 
(Ini si Hannan sudah berani bergaya, seolah lupa kalau dihari sebelumnya dia jatuh ke sumur sedalam 3 meter. Photo didepan rumah mbahnya, sepulangnya kami itu rumah kosong lagi gak ada yang nempatin)
Keluarga besar mamah saya, dari mulai Nenek, Paman, Sepupu, dan ucrit2 para keponakan semua kumpul di Leuwiliang. Sebuah wilayah yang berjarak sekitar 1/2 jam dari Bogor kota. Tepatnya, di desa Barengkok. Desa yang waktu saya kecil dulu, begitu penuh perjuangan untuk mencapainya. 


Saya masih ingat ketika saya harus masuk Bus dari terminal Cililitan, melalui jendela. Hal itu terpaksa dilakukan karena memang dimusim mudik, penumpang bus sangat padat. Perjuangan lainnya adalah, ketika menuju Leuwiliang, harus transit dulu di stasiun Bogor, lalu dilanjutkan dengan menggunakan angkot dari ujung bogor sampai ujung dari trayek angkot itu sendiri, Leuwiliang.

Perjalanan kayanya lammmaaa banget, apalagi kalau mabok maka bertambahlah penderitaan selama dijalan. Makanya, kalau mudik waktu dulu, kami di kampung bisa sampai sebulan gak pulang-pulang.Tapi sekarang, Jakarta - Leuwiliang terasa dekat sekali. Banyak alternatif cara tempuh. Seperti bus AC Pulo Gadung - Leuwiliang, bus yang biasanya kami naiki dari daerah Pulomas. Bus langsung menuju Tol, lewat Sentul, Bubulak langsung ke Leuwiliang. Busnya rata-rata masih bagus, jadi perjalanan terasa nyaman. Estimasi waktu perjalanan sekitar 2 Jam.

Alternatif lainnya adalah naik motor. Jika kita bisa memilih waktu dimana jalanan diperkirakan lengang, maka perjalanan menuju Leuwiliang terasa cepat. Biasanya, jalanan sepi diwaktu pagi, dimana jalanan saat itu belum dipenuhi kendaraan para kaum urban. Saya pernah melakukan perjalanan pukul 4 pagi. Menyenangkan menemui kota Bogor diwaktu shubuh, udaranya segar. Hanya saja memang, saya menggunakan jaket berlapis karena menggunakan motor artinya menembus udara yang sangat dingin. Estimasi waktu tempuh 2,5 jam.

Malam ini, saya sudah berada di rumah nenek, alhamdulillah beliau masih sehat. Pagi tadi berdua istri saya menembus udara dingin menggunakan motor Verza. Untuk pertama kalinya si Verza keluar dari Jakarta. Tarikannya mantab ya si Verza, hahahaaa. Mungkin karena sebelumnya hanya menggunakan bebek Supra Fit, yang bikin pegel selama diperjalanan karena sudah sepuh dan tarikannya sudah ngempos, jadi berasa sekali perbedaannya.

Kabar 'buruknya', ternyata kemarin Hannan, anak kedua saya, jatuh masuk kedalam sumur. Perkiraan tingginya hampir 3 meter. Air didalamnya sekitar 70 cm. Untungnya, saat kejadian, banyak Mamang-mamang saya yang berada didekat lokasi sumur. Kata mereka, sulitnya ngangkat Hannan yang memang agak gendut itu hahahaa... Setelah diperiksa, ada beberapa luka lecet disekitar muka. Tapi tulang, kepala dan anggota tubuh penting lainnya gak apa-apa, Alhamdulillah. 

Yang periksa, adalah tukang urut yang segera saja dipanggil gak lama setelah kejadian, Mang Idam namanya. Kata Ayah saya : "Alhamdulillah, Allah masih menjaga Hannan." Mengingat tingginya sumur dan resiko ketika jatuh, seperti tertimpa benda berat atau resiko lainnya, syukurlah Hannan terhindar dari bahaya itu semua. Thx yaa Rabb :)


Jadi, kalau dari cerita Syamil, sebenarnya Hannan sudah diperingatkan, saat itu bagian atas dari sumur sudah ditutup oleh kayu dan asbes secara rapih.Tapi dasar saja Hannan, dia malah test case, mulai dari pinggir sumur hingga melompat beberapa kali diatas asbes, ya tentu saja roboh. Mengingat berat badan Hannan mungkin lebih dari 45 Kg.Kejadian itu, semoga menjadi bagian dari pelajaran bagi kami, khususnya Syamil dan Hannan. Agar lebih berhati-hati ketika bermain. Dan juga, agar lebih mendengar nasihat bagi Hannan.

Demikian sekedar berkisah dimalam ini, malam dimana angin lagi malas hadir. Udara terasa panas, saya menulis ini didalam kegelapan menghadap kebun didepan rumah, sekedar mencari angin, siapa tau ada yang berkenan mampir.