Sunday, 22 February 2015

Waktu jaman Louhan, saya ikutan beli akuarium dan hunting ikannya yang masih ukuran 10 cm (karena yang sudah besar mahal). Tetangga saya makelar rumah aja sampai ikutan jadi pedagang ikan. malam-malam bapak-bapak masih sibuk muterin kampung buat cari cacing tanah yang kabarnya bikin warna ikan jadi tambah merah. Teman saya ikannya dimaling orang. padahal belum ada internet dan toko bagus, tapi waktu itu, heboh banget hobi louhan. Yang bisnis ikan jadi makmur.

Waktu jaman Anthurium, saya juga ikutan koleksi tanaman (sansivera, dll). Ada tetangga yang ruang tamunya mirip hutan, tanaman potnya banyak banget. Rumah² warga mulai terlihat hijau. Tivi ikutan jadi kompor, kabarin harga tanaman dihitung per daun. dan harga perdaunnya 3 juta. Tukang tanaman, makmur. 

Sekarang jamannya akik, ikutan bulak-balik ke rawa bening, ikutan berhenti sebentar untuk melihat yang ditawarkan tukang batu pinggir jalan. seperti itulah, apapun fenomenanya, yang penting rakyat senang karena masyarakat butuh hiburan, kita butuh bahan pembicaraan dan obrolan selain politik dan kisruh parlemen.
Siapa yang peduli dengan Monkey Bussines:D

0 comments:

Post a Comment