Malam takbiran dan Lebaran, 2 waktu dimana warga asli Jakarta berharap jalanan sepi dan lenggang. Seharusnya memang seperti itu, karena hampir separuh warganya yang merupakan pendatang mudik semuanya. Tapi ternyata tidak.
Saya tinggal di Jakarta Timur, lokasinya sekitar 1/2 kilo dari lokasi banjir musiman, Kampung Melayu. Dimalam takbiran kemarin, menggunakan mobil rencananya jalan2 menuju monas. Anak kedua saya, Hannan, belum pernah sama sekali melihat monas. Takut nantinya jadi kuper, hehehee.. jadinya sekeluarga menuju monas.
Jalanan yang diperkirakan sepi ternyata padat dibeberapa titik. Setelah mendekat ke sumber kemacetan, ternyata ada pasar kaget/pasar malam di separuh ruas jalan di Jatinegara. Kemacetan sangat panjang karena jalanan dan keramaian yang terjadi juga sangat panjang. Dari stasiun jatinegara (lampu merah) sampai gang Kelor. Bisa dibayangkan bukan, gimana panjangnya pasar kagetan dimalam itu?
Kemacetan yang sama juga terjadi di sekitar monas. Sayangnya, jalur dari arah Senen, ditutup. Jadi kami hanya bisa melihat Monas dari jarak jauh. Pulang dan pergi melewati kemacetan yang sama di Jatinegara (pasar Mester).Jadi malam itu, ekspektasi jalan lengang jadi berubah total, menjadi sangat macet. Ternyata naik motor emang pilihan paling asik dijalanan ibu kota.
Besok paginya, sepulang dari mengantar Afif, keponakan yang tinggal di Cipinang Muara, saya mencoba melalui jalur Penjara. Tapi masya Allah, kemacetan rapat sekali. Saya tidak sempat melihat sumber kemacetan, tapi saya masih yakin kemacetan karena pasar kaget di daerah Jatinegara, pasar mester. Karena trauma sama kemacetan dimalam sebelumnya, saya puter balik dan lewat jalur BKT. Lancar jaya.
Pokoknya malam takbiran dan dihari Lebaran, hindari jalur yang melewati pasar Mester Jatinegara deh. Karena suka ada pasar kaget yang bikin kemacetan parah!
(Sumber gambar : http://www.ourjb.com.my/wp-content/uploads/2012/09/pasar-malam.jpeg)
RSS Feed
Twitter
21:00
Dany Wicaksono, S.Kom
Posted in
0 comments:
Post a Comment