Warna Masa Kecilmu adalah Senyuman Ibumu
Setiap yang menjadi kebanggan kita dihari dewasa, adalah masa kecil yang bahagia. Terkuatnya mental dan jiwa dalam kepatuhan pada Allah Rabbb Semesta, adalah buah dari kasih sayang dan kesabaran ibu tercinta. Sayangi, dan do'akan kebaikan mereka, untuk dunia dan akhiratnya.
Wednesday, 10 December 2014
Monday, 8 December 2014
18:18
Dany Wicaksono, S.Kom
Liburan kali ini lebih jelas dari pada liburan di waktu sebelumnya. Berangkat Sabtu pagi, dan pulang diminggu sore. Efektif dan maksimal dalam bersenang-senang.
Walaupun diawal tujuan sempat buram, karena kita gak tau mau bermalam dimana. Makanya, sambil berpikir tentang hal itu, kami mampir ke Masjid Atta'awun. Anak-bermain, saya dan istri berfikir akan melanjutkan perjalanan kemana.
Pas diwaktu dhuhur, akhirnya kami memutuskan untuk carter angkot untuk bantu cari hotel atau villa yang nyaman dan bisa menyenangkan anak-anak. Biaya carternya cuma 60 ribu, murah ya? Karena memang angkot di jam segitu masih sepi penumpang, sepertinya mereka masih lebih untung untuk kami carter dibanding harus narik penumpang.
Cuma sempat melewati satu hotel, karena dihotel kedua kami memutuskan untuk menginap disitu aja. Tempatnya nyaman, namanya Ciloto Indah Permai.
Kami menyewa 1 bungalau yang pintunya berhadapan dengan taman bermain anak. Dihari pertama, anak-anak memuaskan bermain ditaman dan acara besarnya sdalah makan malam pakai ayam goreng Cipanas yang dibeli si Mamih jauh-jauh ke Cipanas.
Kekenyangan dan akhirnya tidur tidak lama setelah adzan Isya.
Besoknya, jam 5.30 kami sudah diluar kamar menikmati udara pagi di daerah puncak. Segarrr... lalu mandi dan sarapan di cafe, ambil jatah 2 porsi nasi goreng. Walaupun cuma 2 porsi, tapi isinya cukup untuk makan kami berempat.
Setelah terisi perut yang gendut2 ini, kami bertiga berenang. Cihuyyy...
Checkout sebelum jam 12 siang.
Sunday, 16 November 2014
07:38
Dany Wicaksono, S.Kom
Secara umum saya harus bilang : "nggak lah" untuk film ini.
Wednesday, 12 November 2014
Tuesday, 11 November 2014
Wednesday, 5 November 2014
15:48
Dany Wicaksono, S.Kom
Waktu kerja bukan hanya berbenturan dengan kegiatan RT, tapi juga berbenturan dengan waktu istirahat. Saya type orang yang butuh istirahat banyak, mudah lelah dan gampang sakit.
Makanya, saya agak gak yakin waktu ditawarkan jadi sekretaris RW. Saya mau berbuat, saya mau berbakti, tapi saya gak yakin sama fisik saya sendiri.
Mungkin terdengar santai, cuma urusi kegiatan RW. Man, waktu untuk rapat itu, adalah pengorbanan waktu tidur kita. Pengorbanan waktu istirahat kita. Jadi gak ada yang santai.
Ya sudah lah, nama saya sudah masuk ke jajaran staff RW. Semoga Allah mudahkan, aamiin..
Tuesday, 4 November 2014
Monday, 3 November 2014
21:45
Dany Wicaksono, S.Kom
Cabe saya potong untuk mengeluarkan bijinya. Lalu saya sebar di dalam pot. Kurang dari 1 minggu, tumbuh benihnya banyak banget, jadi seperti rumput.
Atas saran nyokap, saya sisakan 2 benih yang paling tinggi perkembangannya. Sisanya saya pindahkan ke tempat lain.
Alhamdulillah. Setelah menunggu sekian lama, cabenya keluar juga. Ternyata, cabe keluar mendorong bunga putih yang lebih dulu muncul.
Seru juga ya berkebun. Sekarang, ada tanaman baru, yaitu : tomat dan mangga. Keduanya saya tanam sedari masih biji loh :) semoga berkah dan subur semuanya, aamiin..
08:45
Dany Wicaksono, S.Kom
Dari kaskus.
Kali ini ane mau share tentang Teknologi Tinggi Di Zaman Khalifah.
Semasa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai kaedah dasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bahagian penting dari usaha membangun kekuatan Daulah Islam.
Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan pasukan tentera serta persenjataan. Persenjataan memerlukan adanya industri.
Kewajiban ini difahami menurut dalâlah iltizâm atau kaidah mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjib (suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, membina industri ketenteraan/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut.
Manjaniq (Swing-beam)
Manjaniq pertama kali digunakan oleh kaum Muslim pada peristiwa pengepungan Bani Thaif. Adalah Salman Al-Farisi -seorang Parsi yang masuk Islam di masa Rasulullah Saw- orang pertama yang memperkenalkan senjata ini atas perintah Nabi Saw.
Manjaniq merupakan mesin balok pengayun yang dioperasikan oleh orang-orang yang menarik tali pada satu sisi balok sehingga hujung yang lain akan berayun sangat kuat dan menembakkan peluru dari tali yang melekat pada hujungnya.
Manjaniq sebenarnya telah dikenali sebelum masa penaklukan Islam.
Bangsa Avar pernah menggunakannya semasa penyerbuan Thessalonica di tahun 597 M. Malah mesin pelontar ini dipercayai dicipta pertama kali oleh China antara abad ke-5 dan ke-3 SM, dan sampai ke Eropah sekitar 500 M.
Lalu pada masa pemerintahan Islam, Salman mengusulkannya kepada Nabi Saw sebagai senjata perang, seperti yang diriwayatkan dalam Sirah al-Halabiyah.
“Hingga pada hari pecahnya dinding benteng Thaif,” demikian Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam kitab Sirah-nya, “Sekumpulan sahabat Rasulullah Saw masuk ke dalam bawah dababah[3], lalu mereka berusaha masuk ke dalam dinding benteng Thaif agar mereka boleh membakar pintu benteng. Bani Tsaqif lalu melemparkan potongan-potongan besi yag telah dipanaskan dengan api sehingga membakar dababah yang ada dibawahnya, kemudian Bani Tsaqif melempar mereka dengan anak panah sehingga beberapa orang gugur.”
Atas cadangan Salman ini, Nabi Saw terus mengangkatnya sebagai mudir[5] untuk mengelola industri ketenteraan dan membuat manjaniq untuk memperkukuh kekuatan pasukan artileri yang dipersiapkan untuk terjun ke medan tempur.
Pedang Damaskus (Sword of Damascus)
Dihiasi dengan ornamen garis bergelombang, berkeluk, ringan, dan mampu menembusi baju besi, menjadikan pedang damaskus salah satu senjata perang paling bersejarah.
Pedang ini diperkenalkan di Damaskus pada abad ke-12 M.[6] Eropah lalu cuba menghasilkan yang serupa dengannya, namun hingga masa ini masih belum mampu meniru 100%. Malah dengan teknologi metalurgi/logam sekalipun belum dapat membuat tandingan yang memiliki ketajaman yang sama dengan Pedang Damaskus ini.
Pedang yang pernah mengentarkan Pasukan Salib ini, memiliki seperti lapisan kaca di permukaannya. Sutera akan terbelah bila jatuh di atasnya. Pedang lain pun akan menemui nasib yang sama jika beradu dengannya. Tidak ada yang menyangka, bahawa ilmuwan Muslim telah menerapkan teknologi nano sejak seribu tahun yang lalu.
Selama ratusan tahun, tidak ada yang mengetahui rahsia kehebatan pedang tanpa tandingan ini. John D. Verhoeven -seorang profesor metalurgi modern dari Iowa State University- yang berkerjasama dengan Alfred H. Pendray, seorang tukang besi dari Florida, yang telah cuba membuat pedang ini selama bertahun-tahun.
Dari penerapan nanoteknologi bahan impurities (non-besi dan non-carbon) dalam adunan keluli yang membentuk pola mirip aliran air yang dikenali dengan Multi Walled Carbon Nano Tube, barulah diketahui rahsia di balik kehebatan pedang damaskus ini.
Teknologi Pembuatan Peluru/Mesiu (Gunpowder)
Tidak hanya mampu dalam seni membuat pedang, kaum Muslim juga mampu mengembangkan teknologi pembuatan peluru/mesiu. Walaupun senjatanya serbuk peluru/mesiu pertama kali ditemui di China yang digunakan sebagai alat pembakaran pada abad 9 M, dua abad sebelumnya seorang ahli kimia Muslim Khalid bin yazzid telah mengenali lebih dulu potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat peluru,mesiu.
Eropah baru mengenali peluru/mesiu setelah dibawa oleh pasukan Mongol pada tahun 1240 M. Dan selanjutnya dikembangkan menjadi bahan peledak, contohnya untuk mendorong peluru, kemudian seabad setelahnya disempurnakan menjadi senjata api.
Jauh sebelum Eropah mengembangkan teknologi pembuatan peluru/mesiu, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah lebih dulu mencubanya.
Banyak ilmuwan Mulim yang menguasai teknik pemurnian potassium, satu teknik yang tidak diketahui oleh orang-orang China. Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932), dan Hasan Al-Rammah adalah ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai teknik ini dan telah dijelaskan di dalam karya-karya mereka. Teknik pemurnian ini dilakukan agar potassium boleh digunakan sebagai bahan peledak.
Pemurnian potassium ini pernah didakwa Barat sebagai penemuan Roger Bacon. Namun dakwaan ini dipatahkan sendiri oleh ilmuwan Barat lainnya iaitu Partington.
Hasan Al-Rammah telah menjelaskan proses ini secara terperinci di dalam karyanya Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah. Penguasaan Al-Rammah atas penggunaan serbuk peluru/mesiu sangat luar biasa.
Ia telah berjaya menulis sebanyak 107 rumus atau keterangan penggunaan peluru/mesiu. 22 keterangan di antaranya dicipta khusus untuk membuat roket.
Semasa Perang Salib meletus tahun 1249 M, Raja louis IX dan para pasukannya pernah merasakan kehebatan muncung meriam dan roket kaum Muslim.
Betapa hebatnya nampak peluru meriam yang ditembakkan pasukan Muslim, membuat Raja Louis IX putus asa dan akhirnya ditakluk. Peristiwa itu diakui sendiri oleh Jean de Joinville, salah seorang perwira tentera Perang Salib.
The Mohammed’s Greats Gun
Inilah salah satu senjata paling fenomena yang digunakan dalam perang paling menakjubkan sepanjang sejarah. The Mohammed’s Greats Gun, itulah sebutan senjata yang dibuat pada tahun 1942 ini . Meriam ini dibuat sebagai jawapan atas keinginan Muhammad al-Fatih untuk menembus benteng pertahanan Kostantinopel.
“Aku dapat membuat meriam tembaga dengan kapasiti seperti yang anda inginkan,” kata Orban -seorang ahli insinyur yang diundang Al-Fatih ke Adrianopel-,
“Aku telah mengamati secara terperinci tembok di Konstantinopel. Aku tidak hanya akan memecahkan tembok itu dengan senjataku. Malah, tembok Babilon pun akan hancur kerananya.”
Tentu saja perkara ini disambut gembira oleh Muhammad Al-Fatih. Impian untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah Saw (tentang takluknya Kontantiopel) sudah di depan mata. Maka dijalankanlah projek tersebut.
Dan senjata terbesar di dunia yang pernah ada pada masanya akhirnya berada dalam genggaman Muhammad Al-Fatih. Mempunyai panjang 8,2 meter, diameter 76 cm, dengan berat 18,2 ton, meriam ini mampu melontarkan bola besi padat berdiameter 70 cm dengan berat 680 kg sejauh 1,6 km.
Ketenteraan Hebat Dan Negara Yang Kuat
“Pasukan Utsmaniyah sangat cepat gerakannya,” kata Bertrand de Broquiere –seorang pengembara berasal Perancis-,
“Seratus pasukan Kristian akan jauh lebih huru-hara dari sepuluh ribu pasukan Utsmaniyah. Tatkala gendang perang telah ditabuh, maka dengan segera mereka akan bergerak, mereka tidak akan berhenti melangkah hingga arahan dikeluarkan. Mereka adalah pasukan yang terlatih. Dalam semalam mereka mampu melakukan tiga kali ganda perjalanan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya orang-orang Kristian.”
Kaum Muslim memang telah berhasil membina angkatan bersenjata yang kuat dan pasukan yang terlatih. Walaupun tidak boleh dikatakan bahawa ketenteraan sebagai satu-satunya faktor penentu kemenangan di medan perang, tetapi ia merupakan salah satu sebab di antara sebab-sebab yang membawa kepada kemenangan.
Maka tidak hairan jika Rasul Saw sangat memperhatikan strategi perang, kekuatan pasukan, dan persenjataan di setiap peperangan. Dan seterusnya juga menjadi perhatian para Khalifah pada masa selepasnya.
Di masa Abbasiyah, sebagaimana yang dikatakan oleh Philip K. Hitti, “tentera kaum Muslim terdiri dari pasukan infanteri (harbiyah) yang bersenjatakan tombak, pedang dan perisai, pasukan panah (ramiyah) dan kavaleri (fursan) yang mengenakan pelindung kepala dan dada, serta bersenjatakan tombak dan kapak. Tiap pasukan pemanah membawa pelontar nafa (naffathun), mengenakan pakaian anti api dan melontarkan bahan mudah terbakar ke pasukan musuh.”
Ibn Shabir al-Manjaniqi, seorang arkitek terkenal pada masa an-Nashir (1180 – 1225), telah menulis sebuah buku tentang teknik dan seni peperangan. Pada masa itu juga, para arkitek telah membina mesin pengepung, seperti katapul, pelontar, dan pendobrak.
Tidak hanya hebat di darat, tentera kaum Muslim pun hebat di laut. Mu’awiyah adalah khalifah pertama yang melancarkan jihad melalui lautan. Kemudian pada masa Khalifah Abdul Malik, industri peralatan maritim untuk pertama kalinya dibina di Tunisia.
“Dari sana, penaklukan atas Sisilia dilaksanakan,” demikian Ibnu Khaldun menceritakan dalam Muqaddimah-nya, “Dan pada masa itu pula ditaklukkan Qusharrat. Setelah itu di bawah Bani Ubaidi dan Bani Umayyah, armada Ifriqiyah dan Andalusia terus-menerus bergantian menaklukkan kota demi kota.”
“Sepanjang masa pemerintahan Daulah Islamiyah,” kata Ibnu Khaldun, “kaum Muslim menaklukkan seluruh sisi lautan. Kekuasaan dan dominasi mereka semakin luas. Bangsa Kristian tidak dapat berbuat apa-apa terhadap armada kaum Muslim, di mana pun di laut Tengah. Sepanjang waktu, kaum Muslim mengarungi gelombang untuk menguasai semua semenanjung yang merentas di pantai Laut Tengah, seperti Mayorca, Minorca, Ibiza, Sardinia, Sisilia, Pantelleria, Malta, Crete, Cypus, dan semua bahagian Mediterranean Romawi dan Franka.”
Penaklukan dan penyebaran Islam yang begitu massif bukanlah semata-mata kerana ketenteraan yang kuat, tetapi faktor utama semua itu adalah ideologi Islam. Motivasinya pun bukan lantaran memburu ghanimah (harta rampasan perang) atau sumber daya alam.
Semua wilayah yang akan ditaklukkan sama di mata kaum Muslim, baik kaya maupun miskin. Seperti Afrika Utara yang tidak punya kekayaan apa pun, kaum Muslim dengan penuh keyakinan masuk ke sana dan menyebarkan Islam.
Sungguh, suatu masa nanti musuh-musuh Islam akan terperanjat menyaksikan kekuatan kaum Muslim bangkit kembali. Mereka akan menggenggam Timur dan Barat sebagaimana orang-orang sebelum mereka. Islam akan masuk sedemikian cepat ke dalam setiap rumah dengan segenap kemuliaannya.
“Sungguh perkara agama ini,” demikian Rasul Saw mensabdakan dalam riwayat Imam Ahmad, “akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik di tengah penduduk kota atau di tengah penduduk kampung, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan yang dimuliakan dan kehinaan yang dihinakan; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran.”
Saturday, 1 November 2014
01:37
Dany Wicaksono, S.Kom
Berkumpulnya anak-anak remaja dimentori kakaknya yang berpakaian lebih rapih, dan berbicara paling santun. Berbincangnya bapak-bapak tentang ibadah. Imam masjid yang memegang quran kecil terlihat seperti sedang menghafal.
Subhanallah. Rindu atas semua kebaikan ini.
Thursday, 30 October 2014
17:30
Dany Wicaksono, S.Kom
Setelah lama terbengkalai, ditambah informasi kebakaran yang sering kali terjadi dikarenakan kosleting listrik, maka pagi ini saya paksakan untuk memperbaiki si kabel.
Ternyata, didapur ada enber berisi peralatan seperti obeng, paku juga palu (kirain gak punya). Dengan penuh kehati-hatian, saya memotong kabel yang sudah sobek, lalu membuat yang baru. Selesai.
Dan akhirnya, kekhawatiran akan terjadi koslet menghilang. Lebih tenang dan terasa menyenangkan.
Wednesday, 29 October 2014
Sunday, 26 October 2014
19:13
Dany Wicaksono, S.Kom
Hal ini sesuai dengan firman Allah swt,
"Ya Allah seandainya Engkau menghidupkan aku kembali dalam waktu sebentar saja maka aku akan bersedekah."
Dalam ayat ini mengapa mereka bukan mengatakan...akan berumrah...akan shalat ataupun akan berpuasa?
Maka para 'ulama mengatakan, tidaklah seorang mayit akan melakukan sedekah kecuali karena betapa besar pengaruhnya amalan sedekah setelah wafatnya.
Oleh karena itu maka perbanyaklah bersedekah karena seorang mukmin pada hari kiamat di bawah naungan sedekahnya.
Wahai saudara-saudara seiman maka bersedekahlah untuk keluarga yang telah meninggal.
Karena sejatinya orang-orang yang telah meninggal mengharap bisa hidup kembali ke dunia untuk bersedekah dan beramal soleh. Maka tunaikanlah harapan mereka (shodaqoh) dan perintahkan anak-anak kalian untuk bersodaqoh untuknya dan untuk keluarganya yang telah meninggal.
Repost dari postingan ustadz Zufar Bawazir (FB Ust. Aidil Heryana)
Thursday, 16 October 2014
04:25
Dany Wicaksono, S.Kom
Serasa jomblo yang uangnya habis buat jajan karena lapar. Walaupun sebenarnya ada lauk dirumah tapi males untuk ambil piring dan lauk sendiri (kebiasaan diambilin).
Tapi ini adalah pengorbanan bagi pendidikan Hannan. Gapapa, yang penting hannan senang dan bahagia disekolahnya. Dapet ilmu setiap harinya.
Thursday, 9 October 2014
23:44
Dany Wicaksono, S.Kom
Kalau BTN, lain lagi. Kalau mau tarik dana, dihadapkan pada biaya2 yang menjadikan kita berpikir ulang, apakah yakin tabungan kita mau diambil? Tarik tunai via atm, karena atm BTN jarang, jadinya pakai ATM bersama, biasanya 5000. Tarik tunai di teller juga kena biaya, 5000 rupiah.
Buat yang pelit kaya saya, pelit keluarin uang untuk sesuatu yang cuma bersifat 'biaya administrasi', keluar 5000 itu berat banget loh, hahhaaaa...
Monday, 8 September 2014
Sunday, 31 August 2014
17:42
Dany Wicaksono, S.Kom
Di rumah mertua, setiap pagi selalu setel musik. Isinya adalah file-file MP3 dari memory card almarhumah adik ipar. Cuma mungkin sudah ditambah atau dikurangi, jadi yang terdengar itu random. Dari suara pembacaan alma'surat, tiba-tiba dangdut : "ooo.. Zaenal, Zaenaaaalll" tuh kan saya sampe hafal.
Sudah dulu ngeblognya, saatnya minum teh manis. Masih pagi, asupan harus yang hangat, manis dan menyenangkan. Have a nice Monday :')
Saturday, 30 August 2014
Thursday, 28 August 2014
Sunday, 24 August 2014
08:51
Dany Wicaksono, S.Kom
Saya gak sempat beli Soffel, jadinya langsung pakai Balsem merk Lang. Kan panas dan aromanya balsem banget, cuma nyamuk yang terlalu selon atau bodoh yang masih berani hinggap ke kulit dan menghisap darah dari kulit yang berlumuran balsem. Biasanya kalau di Jakarta, nyamuk gak ada yang macem-macem. Tapi disini, nyamuknya nantangin. Kaya gak takut sama sekali.
Saya udah berkali-kali olesin balsem ke semua kulit yang ngga tertutup pakaian. Dan sampe sekarang (sudah tiduran lebih dari 2 jam), belum ada tanda2 bebas dari serangan.
Ya sudahlah.. Ngeblog ajah :)
Hari ini sudah hampir finishing renovasi rumah. Beberapa tembok sudah di cat ulang, kloset diperbaiki dan sudah beli mesin pompa air, tinggal dipasang. Besok tinggal pasang asbes untuk ruang belakang, untuk dapur. Bagian bawahnya sudah di 'plur'. Taman juga sudah ditanami rumput, dihalaman depan malah tadi sore sempat beli pohon mangga dan ditanam langsung sama penjualnya.
Jual tanaman pakai motor :')
Semoga besok selesai, aamiin..
Thursday, 21 August 2014
00:53
Dany Wicaksono, S.Kom
Tapi sore ini, rumput sudah gundul. Bahkan sekalian sudah dibakar. Ada beberapa harta karun yang tersisa. Diantaranya adalah kumpulan botol-botol kosong yang bisa dijual seharga kiloan. Yang menarik adalah harta karun yang berikutnya, yaitu bibit photo DUREN. Jadi, setelah dibabat semua rumput, ternyata terselip diantaranya bibit duren. Waktu diperiksa, sepertinya bukan hasil stek atau cangkok, melainkan berasal dari biji.
Bayangan saya adalah, penunggu rumah sebelumnya pernah makan duren, lalu sampah bijinya dibuang ke halaman belakang. Lalu, dengan Kun Fayakunnya Allah, tumbuhlah itu biji menjadi bibit. Saya sisakan bibit itu, semoga saja tumbuh menjadi pohon yang subur dan bermanfaat bagi warga sekitar, aamiin..
Wednesday, 20 August 2014
20:02
Dany Wicaksono, S.Kom
Saat ini pukul 9.58 | otak saya blank. Kami baru aja sampai dirumah Bekasi. Antara lelah dan tolol, saya bingung harus berbuat apa dulu? Ini efek kebanyakan yang harus difikirkan beberapa hari ini.
Bismillah aja deh, saya harus selesaikan satu persatu. Cuma memang, urusan rumah ini yang paling banyak makan waktu, tenaga dan biaya.
Sunday, 17 August 2014
03:34
Dany Wicaksono, S.Kom
Anak2 belajar tentang : kesabaran, ketelitian dan Visioner!
02:38
Dany Wicaksono, S.Kom
Cek di Twitter, ternyata beberapa user di Jakarta Timur mengeluhkan hal yang sama. Semoga kembali normal, pertahankan image lancar jaya yang sudah disandang. Jangan kaya smartfren, bagus diawal, boncos di bulan berikutnya x_x
01:28
Dany Wicaksono, S.Kom
17 Agustus itu sakral, tanggal dimana saat itu, 69 tahun yang lalu, menjadi tanggal yang dinanti seluruh rakyat yang bosan atas penindasan. Berusaha keluar dari miskin dan kebodohan, berusaha mendapatkan harga diri dan tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa manapun.
Hal ini, mirip dengan kerinduan setiap muslim atas berdiri dan tegaknya kekhalifahan. Dimana Islam menjadi bagian dari solusi perdamaian dan kebaikan didunia.
Kapankah 17 Agustus bagi Islam yang solutif?
Saat ini, menyiapkan diri untuk sampainya kita ke tanggal itu, sepertinya satu-satunya yang paling mungkin untuk dilakukan. Bersiap dengan kematangan iman, dengan kemantapan ilmu.
Semoga kita dan keluarga kita menjadi bagian bagi Islam yang Rahmat bagi seluruh Alam.
00:02
Dany Wicaksono, S.Kom
Konsekuensinya, mengantar motor ke daerah Kota dalam keadaan perut sakit, dan meriang sepanjang perjalanan. Perut sakit itu efek dari nasi bebek diwarung sebelah kantor. Sebenarnya, sudah sering perut saya jadi korban nasi bebek terlaknat itu, tapi tetap saja ketika godaan datang, saya gak bisa menghentikan nafsu akan aroma dan cita rasanya (halah).
Menuju stasiun Tebet di gerbong ketiga paling belakang. Sampe rumah pengennya tiduran lagi.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Saturday, 16 August 2014
20:17
Dany Wicaksono, S.Kom
Kejadian serupa juga terjadi, ketika saya mencoba membuka alamat mail.yahoo.com , juga tidak bisa diakses. Hal serupa tidak terjadi, jika saya membuka alamat web yang selainnya.
Saya gunakan BB Tour 9630, sepertinya BB yang saya gunakan ini, berasal dari Amerika. Jadi, seolah saya online dari sana. Sebab itulah, mail Yahoo menolak, karena perubahan tiba2 dan dengan media yang berbeda, akan ditolak, dan itu menjadi bagian dari security pada email Yahoo. Kalau awalnya saya buka email Yahoo dari Jakarta (berdasarkan IP), lalu tiba2 mencoba membuka email yang sama dari Amerika (IP BB saya sepertinya berasal dari sana), pasti ditolak.
Dan diharuskan untuk membuka alamat email via desktop.
Begitu juga dengan blogger sepertinya. Makanya, salah satu alternatif untuk tetap bisa posting via BB adalah memanfaatkan email. Jadi, kita posting via email. Saya gunakan email bawaan indosat sebagai bagian dari fasilitas paket BB Gaul Banget.
Akan saya jelaskan pada posting berikutnya, insya Allah.
Note :
*postingan ini, via email*
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Friday, 15 August 2014
02:47
Dany Wicaksono, S.Kom
Paket BOLT di rumah habis dan belum diisi pulsa hampir seminggu. Dan efeknya banyak. Dari mulai iklan di olx.co.id yang tidak diupdate, kalimat-kalimat spontan Hannan dan Syamil yang menarik. Code-code yang juga akhirnya terabaikan, padahal menarik.
Semua karena, ngeblog itu enaknya dirumah. Enaknya sambil ngeteh dan senderan didepan tipi.
Thursday, 14 August 2014
06:27
Dany Wicaksono, S.Kom
Saya coba catat kembali prosedurnya, semoga bisa membantu ketika menemukan masalah yang sama dikemudian hari.
1. Login ke cpanel anda.NOTE :
2. Klik Advance DNS Editor.
3. Cari kotak Add a Record
Masukan satu persatu:
- Name : namadomainanda.com
- TTL : 14400
- Type : A
- Address : 216.239.32.21
Masukan semua kode dibawah ini dengan cara yang sama seperti diatas.
- namadomain.com. 14400 IN A 216.239.32.21
- namadomain.com. 14400 IN A 216.239.34.21
- namadomain.com. 14400 IN A 216.239.36.21
- namadomain.com. 14400 IN A 216.239.38.21
Isian pada address mungkin berbeda, sesuai dengan lokasi dimana hosting kita berada. Konsultasikan dengan tim Support dari pihak Hosting.
Thursday, 7 August 2014
06:54
Dany Wicaksono, S.Kom
Narcis lagi, cihuyy!!! Rangking pertama di google dengan kata pencarian yang sangat umum digunakan : "dinamo tamiya" . Alhamdulillah. Oiya, cara termudah untuk mengetahui kata pencarian sering atau tidak, adalah dengan memanfaatkan 'google suggestion box'. Dimana, ketika ketika mengetikkan beberapa huruf saja, google suggestion akan mengarahkan kita pada kata pencarian yang sering dilakukan. Contoh pada kasus saya adalah, ketika mengetikkan huruf "dina" saja, maka google suggestion akan menawarkan beberapa kata yang sering digunakan sebagai kata kunci pencarian, dan saat saya lakukan, ternyata kata "dinamo tamiya" berada diurutan teratas pada suggestion box. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
Sepertinya, narcis harus dicukupkan dulu untuk saat ini. Karena beberapa tugas sudah menunggu untuk dikerjakan. Photoshop, im coming!
04:50
Dany Wicaksono, S.Kom
Ini postingan telat sebenernya, karena kalau saja saya postingnya kemarin, web DINAMO-TAMIYA.COM sedang menjadi nomer 1 di halaman awal google dengan kata pencarian : "dinamo tamiya". Tapi hal ini justru membuka mata saya, bahwa rangking kunjungan tidak stagnan tapi fluktuatif. Artinya, harus melakukan sesuatu agar rangking juara dua atau pertama dihalaman google bisa dipertahankan. Beberapa hal yang saya pikir mampu menjadikan web toko online saya berhasil menduduki posisi bergengsi di google, diantaranya adalah sebagai berikut :
Dinamo-tamiya.com tidak sembarangan saya pilih. Saat membeli domain itu beberapa tahun yang lalu, memang saya termasuk beruntung karena domainnya masih available. Padahal, saya tau betul, para hobiis tamiya akan menjadikan "dinamo tamiya" sebagai kata kunci yang pasti mereka cari di google. Dinamo bagi tamiya itu, seperti Ariel bagi Noah. Atau Nabila bagi JKT48. Dinamo bagi tamiya itu tidak bisa dipisahkan. Semakin hobiis tamiya mendalami dunia tamiya, semakin dalam pula mereka harus mengetahui tentang dinamo.Dinamo adalah mesin yang menggerakkan mobil mini 4 wd Tamiya. Kemenangan bagi setiap event perlombaan Tamiya, seringkali ditentukan dari kualitas dinamonya. Sebab itulah, kata dinamo-tamiya saya pilih menjadi yang paling cocok bagi nama toko online saya, yang memang berkaitan dengan dunia hobi Tamiya di Indonesia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata postingan yang sering dikunjungi adalah postingan yang berisi informasi. Hal ini menjadi tantangan untuk kembali mengisi web dengan artikel yang bermanfaat.
Benar, jika saya melihat Popular Post, ternyata postingan dengan photo-photo yang detail dan menarik berada di top ten. Jadi berkaitan dengan perihal sebelumnya, kalau memang postingan tidak berisi info yang menarik, setidaknya berisi photo yang menarik.
Monday, 4 August 2014
06:05
Dany Wicaksono, S.Kom
Sore tadi, seperti biasanya. Sepulang dari kantor, Hannan langsung nagih untuk jalan-jalan. Jalan-jalan yang membuahkan sebuah koin Langka, dari hasil kembalian
belanjaan di Indomaret. 1000 rupiah gambar kelapa sawit produksi tahun
1995. Sebagai ayah yang baik, tentu saja saya harus turuti permintaan Hannan sekedar belanja Pocari Sweat. Padahal, badan sudah remuk sisa lelahnya perjalanan kemarin, sehari sebelumnya. Untuk info lebih lengkap tentang langkanya koin 1000 Rupiah bergambar kelapa sawit ini, silahkan kunjungi penjelasannnya disini.Apakah saya akan menjualnya? Kabarnya, di daerah Kwitang koin sejenis (entah keluaran tahun ke berapa) dihargai Rp 300.000,- Angka yang lumayan untuk nilai uang yang sebenarnya hanya 1000 Rupiah saja. Tapi sepertinya, saya gak akan jual. Alasan pertama, tentunya karena langka. Kalau tidak percaya, silahkan jujur saja diingat-ingat, ditahun 2014 ini, sudah berapa kali menemukan koin 1000 Rupiah bergambar kelapa sawit? Secara logika saja, perhatikan iklan² yang menjual koin ini di dunia online, mereka sepertinya memborong semua koin bergambar kelapa sawit ini. Terlihat dari photo yang mereka update, stok mereka banyak sekali, mungkin serupa dengan stok koin di kantor Bank Cabang, hehehee.
Kalau mereka memborong semua koin ini, tentunya yang beredar dimasyarakat untuk dijadikan alat transaksi, menjadi berkurang, bahkan menjadi tidak ada. Jadi, tentunya menarik kalau kami (saya dan Hannan), mendapatkannya murni dalam kejadian transaksi normal, bukan karena membeli dari kolektor atau pedagang khusus koin. Alasan Kedua, sudah terlalu banyak barang yang saya beli, lalu saya jual lagi. Saya dapatkan, lalu saya jual lagi. Untuk kali ini, karena bentuknya yang mini, juga bisa masuk dompet, maka biarlah, menjadi bagian dari isi dompet saya. Seru juga bisa punya uang koin, yang orang disekitar saya belum tentu punya. Bahkan mungkin, belum tentu pernah memegangnya,
Sedikit kisahnya, bahwa koin sayang saya miliki ini sudah berada didompet, tapi tidak saya sadari tentang nilai kelangkaannya. Sepulang dari Indomaret, saya berikan koin ini ketukang parkir. Namun ternyata, Hannan tidak pernah melihat koin itu sebelumnya, lantas dia bertanya :
"Yang abi kasih itu, apa?"
Saya katakan : "itu uang, seribu rupiah."
Nah, padahal motor sudah menjauh dari lokasi parkir. Tapi saya baru sadari bahwa uang yang saya berikan ke tukang parkir tadi tentunya berharga. Hannan saja yang usianya sudah 5 tahun, belum pernah melihat uang dengan wujud dan bentuk seperti itu. Artinya, setidaknya sudah selama 5 tahun uang itu tidak lagi beredar secara masif dimasyarakat. Maka, motor pun putar balik, untuk menemui tukang parkir tadi. Sedikit negoisasi, bahkan sedikit juga merepotkan si tukang parkir, karena ternyata dikantongnya banyak banget recehan, kayanya dia tukang parkir terkaya di Jakarta (halah). Untungnya, koin yang saya maksud ditemukan. Lalu saya tukar dengan nilai yang sama. Yes, saya punya koin langka, hahahaa... alhamdulillah.
Koin ini disebut dengan koin bimetal. Koin yang unik karena dalam satu koin terdiri dari 2 material yang berbeda dengan warna yang kontras. Terlihat artistik tentunya. Koin 1000 lama ini berbahan BiMetal, Kuningan dan Nickel sedangkan Koin 1000 yang beredar setelahnya (sekarang) berbahan campuran Copper Nickel. Pada beberapa event perkawinan, uang ini juga diburu untuk dijadikan nilai mas kawin.
Demikian sedikit berbagi cerita tentang uang langka, tulisan ini akan berlanjut dengan kisah yang tidak kalah serunya. Seharusnya, blog ini update dari hari Minggu kemarin. Dan rencananya memang setidaknya dalam satu hari, ada update blog. Blog jadi terasa bermanfaat ketika saya coba membacanya lagi diwaktu yang lain, seperti berkaca. Berkaca atas waktu yang sudah terlewati, baikkah atau tersia-sia? Kadang ada kejadian yang perlu disyukuri, hanya saja terkhilaf karena terlupa. Blog seharusnya mencatat itu semua, karena otak dan hati kita sudah terkotakkan setiap harinya. Sehingga hari sebelumnya dengan mudahnya kita lupakan, karena otak kita sudah mengkotakkan khusus untuk hari dan saat ini saja.
Kembali ke Minggu dua hari yang lalu. Jam 9 pagi, Hannan sudah bersiap untuk liburan ke rumah Afif, sepupunya di Cipinang. Ini rencana mbahnya sebenarnya, jadi titik point pertama adalah menuju Cipinang untuk antar Hannan.
Kembali ke Kebon Nanas, rencananya mau sekedar tidur mengisi hari Minggu yang kosong tanpa jadual. Tapi, setelah berunding secara singkat, akhirnya diputuskan untuk menengok rumah di Bekasi.
Hasil rundingan ini, diputuskan karena hal ini sudah tertunda bahkan hingga 1 bulan lebih. Padahal seharusnya, kami sudah menengok rumah itu di bulan Ramadhan kemarin. Tapi karena memang Ramadhan terlalu malas untuk bepergian jauh, makanya dengan agak terpaksa, Minggu yang kosong itu, akan menjadi hari Minggu terpadat yang kami alami. akan saya ceritakan berikutnya.
Mengendarai Verza menembus sekitar 30 km menuju Setu, Perumahan Mustika Media. Tujuan kami adalah menengok rumah nomer 37 yang sudah sekitar setahun ini kami cicil. Perumahan yang kini sudah terlihat padat. Padahal, setahun yang lalu masih terasa sepi. Sepertinya juga, semua plan pembangunan sudah selesai, jadi tidak ada rumah baru lagi. Bahkan, kantor pemasarannya pun, sepertinya sudah tutup.
Rumah no 37 tampak kusut (rumah kusut itu, seperti rambut lah, berantakan hahahaaa..). Pintunya tidak terkunci. Didalamnya, berserakan sampah dan barang2 sisa penghuni sebelumnya. Rumah kami ini, memang sempat diisi oleh keluarga muda dengan seorang anak. Bahkan mereka sempat semen sebagian halaman depan. Tapi, mereka sudah tidak menempati rumah ini lagi setidaknya sejak 7 bulan yang lalu.
Setiap rumah itu, penyakitnya sama ya, rapuh dan akan runtuh kalau tidak ditinggali. Baru ditinggal 7 bulan aja sudah banyak yang harus diperbaiki.
Bersama istri, kami sekedar merapihkan. Tidak sempat dan tidak mampu membersihkan karena terlalu kotor dan tidak ada peralatan kebersihan apapun. Tapi, kedatangan kami memang untuk sekedar memotret keadaan, untuk selanjutnya menentukan langkah perbaikan, perapihan. Seperti atap yang bocor, daun pintu yang rusak, jendela yang tidak bisa terbuka. Rumput yang tinggi dihalaman belakang, mungkin sudah jadi kerajaan ular disana hiyyyyy...
Terbayang butuh sekian juta untuk kebutuhan renovasi, okelah, jual motor (uhukk, hikss..)
Di Masjid inilah kepadatan waktu dimulai. Karena saya dapatkan order pemesanan Tamiya. Tidak tanggung-tanggung, ada 4 orderan yang saya terima, dan 3 diantaranya harus diselesaikan hari itu juga. Saya menatap istri setelah selesai sholat, lalu bertanya :
"Ke Toko Tamiya yuk ?! di Glodok. Tapi, sebelumnya kita ke Kelapa Gading dulu untuk ambil Mobil yang siap dikirim."
Saya sih sudah duga, istri bakal jawab : "Ayuk!" Karena memang sudah lama gak jalan hanya berdua, biasanya selalu saja diiringi Hannan dan Syamil. Apalagi naik motor baru, hahahaaaa...
Akhirnya, meluncurlah Verza ke Kelapa Gading, kantor saya. Untuk ambil beberapa stok mobil Tamiya yang siap dikirim. Tapi karena belum lengkap, saya harus belanja kekurangannya di pasar Glodok, dekat stasiun Kota. Jadi, sekedar menghabiskan jus botolan yang beli ditengah jalan, lalu kami meluncur lagi ke toko Tamiya, menuju stasiun Kota.
Di Toko Tamiya pun tidak sempat terlalu lama, karena jam 4 sudah harus berada di Tebet untuk COD. Walaupun begitu, kami masih menyempatkan mampir ke rumah Om dari istri, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Glodok, yaitu di Grogol.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, di rumah si Om saya pesen mie ayam. Sungguh, sepanjang perjalanan setiap lihat gerobak mie ayam, makan semakin bertambah rasa lapar diperut saya. Di dinding jam masih menunjukkan pukul 3 sore. Sedikit negosiasi waktu dengan calon buyer, maka ke Tebet bisa sedikit lebih sore. Silaturahmi ke rumah Om ini, sungguh berkesan, apalagi tentang mie ayamnya, karena selagi makan, diluar rumah turun hujan. Sambil merakit beberapa part Tamiya yang belum sempurna.
Tujuan belum usai, masih harus COD ke stasiun Tebet. Melenggang dengan tunggangan Verza yang kian tertantang ketangguhannya, kisaran estimasi dari angka dispeedo menunjukkan perjalanan kami semenjak tadi pagi kami sudah hampir 100 km. dan masih harus menuju Tebet.
COD lancar, pukul 5.15. Tidak jauh dari sini, sudah kembali ke titik awal, Kebon Nanas.
Sungguh, hari yang melelahkan.
(Verza yang TANGGUH, mampir ke RM Padang dulu untuk sarapan.Tidak lupa untuk selimuti sang Verza, karena panasnya terlalu terik.Selimut ini berguna setelah motor akan kembali dipakai,tentunya jok tidak terlalu panas walaupun sempat terjemur matahari Bekasi yang dahsyat.)
Saturday, 2 August 2014
03:36
Dany Wicaksono, S.Kom
03:16
Dany Wicaksono, S.Kom
Kabar 'buruknya', ternyata kemarin Hannan, anak kedua saya, jatuh masuk kedalam sumur. Perkiraan tingginya hampir 3 meter. Air didalamnya sekitar 70 cm. Untungnya, saat kejadian, banyak Mamang-mamang saya yang berada didekat lokasi sumur. Kata mereka, sulitnya ngangkat Hannan yang memang agak gendut itu hahahaa... Setelah diperiksa, ada beberapa luka lecet disekitar muka. Tapi tulang, kepala dan anggota tubuh penting lainnya gak apa-apa, Alhamdulillah.
Jadi, kalau dari cerita Syamil, sebenarnya Hannan sudah diperingatkan, saat itu bagian atas dari sumur sudah ditutup oleh kayu dan asbes secara rapih.Tapi dasar saja Hannan, dia malah test case, mulai dari pinggir sumur hingga melompat beberapa kali diatas asbes, ya tentu saja roboh. Mengingat berat badan Hannan mungkin lebih dari 45 Kg.Kejadian itu, semoga menjadi bagian dari pelajaran bagi kami, khususnya Syamil dan Hannan. Agar lebih berhati-hati ketika bermain. Dan juga, agar lebih mendengar nasihat bagi Hannan.
Demikian sekedar berkisah dimalam ini, malam dimana angin lagi malas hadir. Udara terasa panas, saya menulis ini didalam kegelapan menghadap kebun didepan rumah, sekedar mencari angin, siapa tau ada yang berkenan mampir.
RSS Feed
Twitter








